Saya pernah mencoba bertanya pada anak SD dan SMP,
“Berapakah volume tabung yang luas alasnya 7 cm persegi dan tingginya 10 cm?”

Apa respon anak-anak itu?
Saya heran. Umumnya mereka langsung mencoba mengingat-ingat rumus volume tabung. Bagi yang beruntung, mereka akan menemukan rumus volume tabung. Jika rumus volume ini sudah mereka temukan, mereka akan mencoba untuk menghitung dengan angka-angka yang ada pada soal di atas. Mungkin akan terpecahkan. Mungkin juga tidak terpecahkan. Tergantung pada jenis rumus apakah yang mereka ingat.

Apa ada yang salah dengan fenomena di atas?
Bagi saya YA. Sangat salah.

Fenomena itu menunjukkan bahwa matematika menjadi berbagai macam tumpukan rumus yang harus dihafal oleh siswa. Tumpukan rumus ini menjadi peluru yang akan diandalkan siswa untuk memecahkan sebuah masalah. Jika pendekatan ini yang kita pilih untuk mengajarkan matematika, maka matematika akan menjadi pelajaran PALING SULIT bagi sebagaian besar siswa. Memang kenyataan ini yang kita temukan dalam kehidupan kita. Ya kan?

Saya menyebut pendekatan pembelajaran matematika yang banyak mengandalkan rumus adalah pendekatan aljabar. Mungkin kita memilih pendekatan ini karena terpesona oleh kehebatan aljabar. Aljabar memang hebat. Seorang siswa yang telah menguasai aljabar seakan ia telah menguasai matematika sepenuhnya. Mungkin ini benar. Tetapi kita akan sangat sulit mengajarkan matematika dengan pendekatan aljabar ini. Bukankah banyak siswa yang sudah takut duluan bila kita sebut nama aljabar?

Apakah ada alternatif lain untuk mengajarkan matematika?
Tentu ada.

Saya menyebut pendekatan alternatif ini adalah pendekatan aritmetika. Begitu siswa memperoleh soal seperti di atas, mereka akan berpikir bagaimana cara menghitungnya – bukan mengingat-ingat rumus volume. Mereka akan memikirkan apa itu volume? Apa hubungan antara luas alas, tinggi, dan volume? Mereka akan sampai kepada pemikiran bahwa volume tabung itu adalah 7 cm persegi kali 10 cm.

Dengan beberapa kali latihan memecahkan soal yang mirip di atas, siswa akan mulai menarik kesimpulan bahwa volume sama dengan luas alas kali tinggi. Setelah siswa mahir menghitung volume, kita boleh menantang mereka untuk menemukan rumus umum dalam menghitung volume. Jadi rumus volume ditemukan oleh siswa melalui perjalanan problem solving. Rumus bukan sekedar untuk dihafal.

Pendekatan ini saya sebut dengan pendekatan aritmetika dalam pembelajaran matematika. Kita berangkat dari sebuah – beberapa –  persoalan atau fenomena. Kita mencoba untuk memecahkan fenomena-fenomena itu. Dari proses kita memecahkan fenomena-fenomena itu lalu kita tarik kesimpulan rumus umum yang berlaku. Pengalaman saya menunjukkan bahwa siswa lebih antusias dengan pendekatan aritmetika. Karena siswa merasa terlibat dalam menemukan solusi bukan hanya menghafal rumus.

Contoh yang lebih ekstrem adalah tentang deret. Cobalah Anda bertanya kepada anak SMA atau SMP, berapa jumlah seluruh bilangan bulat antara 1 sampai dengan 1000?

Apa respon mereka? Langsung mengingat-ingat rumus?
Bahkan akhirnya mereka tidak berhasil mengingat rumus yang mereka perlukan.

Lupakan rumus itu untuk sementara. Cobalah mencari pemecahan tanpa rumus dulu. Biasanya cara ini lebih asyik. Karena siswa akan menemukan pendekatan yang bermacam-macam dengan mencoba-coba. Mereka sangat kreatif. Mereka tertantang.

APIQ mengambil pendekatan aritmetika dalam pembelajaran matematika. Pengalaman APIQ menunjukkan bahwa pendekatan ini lebih memudahkan dan menyenangkan bagi siswa. Apalagi bila kita menggabungkannya dengan berbagai macam permainan matematika. Matematika akan menjadi petualangan yang menggembirakan. APIQ memang berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum. (Mestinya bisa juga Aljabar Plus Inteligensi Quantum).

Pendekatan aritmetika bukan berarti tidak belajar aljabar. APIQ mempelajari aljabar dengan serius (dan main-main). Tetapi pendekatannya tetap aritmetika. Hal ini dapat kita cermati dari contoh silabus APIQ atau level pembelajaran APIQ berikut ini.

Level Dasar
Z
Mengenal baca tulis angka
A
Aritmetika Dasar: jumlah, kali, kurang, bagi
B
Aritmetika 2 digit; jumlah, kali, kurang, bagi
C
Aritmetika Bintang 2
D
Aritmetika Taktis
E
Aritmetika Pecahan

Level Menengah
F
Aritmetika Bintang 3
G
Kuadrat dan Akar
H
Pangkat 3 dan Akar kubik
I
Aritmetika Bintang 4
J
Aritmetika Bintang 5
K
Kuadrat dan Akar Lanjutan
L
Aritmetika Taktis Lanjutan

Level Lanjut
M1
Teori Bilangan
M2
Himpunan
M3
Statistik
M4
Kombinasi Permutasi
M5
Persamaan Linear
M6
Persamaan Kuadrat
M7
Grafik dan Fungsi
M8
Polinomial
M9
Geometri
M10
Eksponensial
M11
Logaritma
M12
Trigonometri
M13
Barisan dan Deret
M14
Limit Kalkulus
M15
Kalkulus Diferensial
M16
Kalkulus Integral
M17
Komprehensif


Keputusan APIQ memilih pendekatan aritmetika konsisten dengan ungkapan:
”Matematika adalah raja ilmu pengetahuan. Tetapi raja matematika adalah aritmetika.”

Pendekatan aritmetika adalah demi kemudahan dan efektivitas pembelajaran matematika. Semoga kita menemukan cara yang paling tepat bagi putra-putri kita.


Salam hangat…
  
(agus Nggermanto; pendiri APIQ)

APIQ: Inovasi Pembelajaran Matematika. APIQ membuka program kursus matematika kreatif yang mengembangkan kecerdasan anak dengan cara fun, gembira, dan mengasyikkan serta lebih cepat. APIQ menumbuhkan motivasi belajar anak dengan pendekatan Quantum Learning, Quantum Quotient, dan Experiential Learning. Berbeda dengan pendekatan metode pendidikan atau pembelajaran matematika yang pada umumnya menempatkan aljabar sebagai fundamental, APIQ justru menempatkan aritmetika sebagai fundamental utama matematika. Pendekatan aritmetika menjadikan matematika lebih konkret tidak abstrak seperti aljabar. APIQ mempelajari matematika secara utuh dari aritmetika, aljabar, geometri, statistik, kalkulus, dan lain-lain. APIQ menyiapkan program untuk anak usia 4 tahun (TK), SD, SMP, SMA, sampai lulus SMA (preuniversity). APIQ membuka peluang bagi Anda yang berminat membuka cabang franchise. Anda dapat menghubungi APIQ di (022) 2008621 atau 0818 22 0898 atau quantumyes@yahoo.com . APIQ berasal dari kata Aritmetika Plus Inteligensi Quantum.
Diposkan oleh my blog Label:

0 komentar:

Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum.